Persiapan sejak 2 bulan jelang natal
|
Kastuba menjadi tanaman alternative pengganti pohon cemara saat perayaan natal dan tahun baru.
Beberapa pedagang dan petani tanaman hias menyatakan permintaan pada Natal dan Tahun Baru. Tahun ini diperkirakan permintaanya akan meningkat 2 sampai 4 kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.
Menurut Muharoji Ruhayana pemilik nursery Bumi Agri Makmur di Bogor, pembeli perorangan, hotel, restoran, pusat perbelanjaan yang juga memeriahkan membuat permintaan naik. ”Mereka ini juga ingin menghias sudut-sudut kosong ruangannya dengan kastuba yang berwarna merah,” jelasnya.
Sebagai petani dan pedagang kastuba, Muhroji pun melakukan kerjasama dengan petani pembudidaya di Bandung dan Bogor untuk mengantisipasi lonjakan permintaan itu. Sejak Oktober, sekitar 5.000 pot sampai 7.000 pot telah dipersiapkan untuk mengirim ke pemesan yang berada di Jakarta, Bandung dan Manado serta beberapa daerah Sulawesi lainnya.
Naik 3 Kali Lipat
Antisipasi permintaan dengan
menyiapkan tanaman yang akan dikirim
Foto-foto : Tri Mardi Rasa
|
Menurut Muhammad Sadeli, petani kastuba di Ciampea Bogor, kenaikan permintaan tahun ini tidak sebanyak pada 2015 dan 2016, yang mencapai 13.000 pot per minggu hanya dari 1 pedagang. Pasalnya sejak September lalu (2017) sudah ada 1 pedagang dari Jakarta yang memesannya sebanyak 6.000 pot per 2 minggu untuk Desember atau 12 ribu pot dalam bulan tersebut.
Meski demikian, Sadeli mengaku masih mendapatkan rezeki dari usahanya tersebut. Saat ini, ia menawarkan harga kastuba ke pemesan berkisar antara Rp.15.000 – Rp. 30.000 per pot dengan ukuran 15 cm - 25 cm atau yang berumur 6 bulan. “Saya hanya ambil 5 % per pot untungnya,” rincinya.
Ia menambahkan, harga tidak ada perbedaan dengan tahun lalu. ”Jika harganya dinaikan bisa-bisa pedagang yang biasa mengambil dari tempat saya pindah ke orang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Diah Rodiah, petani kastuba di Desa Sarongge, Pacet, Cianjur, Jawa Barat, kemungkinan ada kenaikan permintaan kastuba merah dari biasanya. “Bunga ini kan menjadi alternative pengganti cemara yang harganya lebih mahal bahkan bisa berbeda 4 kali lipat harganya,” katanya.
Diah menambahkan, biasanya, pada November hingga Desember, permintaan kastuba baru terlihat lonjakan atau penurunan permintaan dari berbagai kota di Jawa Barat dan DKI Jakarta. ”Sejak 2014 saya selalu mengalami peningktan permintaan semoga tahun ini bisa tetap naik,” harapnya.
Selain November dan Desember, Diah hanya bisa menjual atau mengirim tanaman kastuba sekitar 4.000 pot per minggu. Menjelang Natal dan Tahun Baru pengiriman bisa 15.000 pot per minggu. ”Omzetnya bisa dihitung kalau harga rata-rata per tanaman Rp.30 ribu,” kata Diah memberi gambarannya.
Kenaikan Harga Tipis
Di tingkat pedagang eceran atau pedagang tanaman hias, harga jual kastuba relatif lebih murah dibandingkan pohon cemara. Untuk satu pohon cemara asli harganya di atas Rp 100.000 per batang, sedangkan kastuba hanya setengahnya. Perimbangan inilah yang mungkin menyebabkan, penjualan kastuba di pedagang tanaman hias laris manis.
Ia juga sudah mempersiapkan lebih banyak kastuba yang didagangkannya. Sebab pada hari biasa hanya laku sekitar 2 sampai 3 pot per hari. Untuk mengantisipasi permintaan Natal tahun ini, Dullah sudah menyiapkan sekitar 500 pot – 1000 pot kastuba.
Ia mebandrol harga di kisaran Rp 35.000 – Rp. 60.000 per pot untuk kastuba ukuran 15cm dan untuk ukuran 30 cm. Harga tersebut sudah sedikit naik ketimbang pada hari-hari biasa. "Permintaan ini, lebih banyak datang dari para penata taman atau penata rumah jika menjelang Natal,” pungkasnya.
Tri Mardi Rasa
No comments:
Post a Comment